
Kondisi jalan poros menuju Korido, Supiori Selatan, Kamis (24/10)
SUPIORI — Wakil Kepala Polres Supiori Kompol Wilhelmus
Ajomi, S.I.P. meninjau tanjakan Yendoker, sehari setelah longsor dan pohon
tumbang memutus jalan poros menuju Korido, Supiori Selatan, Kamis (24/10). Di
titik bencana, ia memastikan situasi kamtibmas terkendali sekaligus mengawasi
arus warga di sekitar lokasi.
Kompol Wilhelmus mengarahkan agar jalur evakuasi, posko
informasi, dan area kerja alat berat tetap steril dari kerumunan.
“Fokus kami menjaga ketertiban di sekitar longsor. Warga diminta tidak mendekat
ke area rawan, hindari swafoto di tepi tebing, dan ikuti arahan petugas,”
ujarnya di Yendoker.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin informasi.
“Jangan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi di media sosial.
Perkembangan resmi akan disampaikan melalui petugas di lapangan dan kanal
pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, pembukaan akses jalan ditangani instansi teknis,
sementara Polri memprioritaskan keselamatan warga dan ketertiban umum.
“Rekan-rekan dari Satlantas, BPBD, dan Dinas Pekerjaan Umum menangani
pembersihan material. Tugas kami memastikan situasi kondusif, akses alat berat
tidak terganggu, dan mobilitas warga tetap terarah,” kata Kompol Wilhelmus.
Sejak kemarin, Satlantas Polres Supiori telah menutup
sementara titik longsor, melakukan pengalihan arus, dan berkoordinasi untuk
pengerahan alat berat. Sambil menunggu jalur dibuka, warga memanfaatkan perahu
untuk menyeberang antara Kampung Yendoker dan Korido. Wakapolres mengapresiasi gotong
royong warga bersama petugas di lapangan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk waspada cuaca
dan segera melapor jika muncul retakan baru, pohon miring, atau tanda potensi
longsor susulan. “Keselamatan adalah yang utama,” tutupnya. (sps)

